Memaknai
Hari Raya Iduladha
Arisalyati
Tak terasa dua hari lagi kita akan merayakan hari raya
Iduladha. Perayaan hari besar bagi umat Islam. Iduladha merupakan hari raya
kurban. Sejatinya Iduladha mengajarkan ini untuk bisa mengorbankan hal yang
kita sayang seperti halnya yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan
putranya Ismail. Keduanya telah lulus ujian ketaqwaan kepada Allah SWT. Kalaulah
dulu Nabi Ibrahim diuji oleh Allah untuk menyembelih putra tersayangnya dan
keduanya lulus karena ketaqwaan kepada Allah di atas segala-galanya. Lalu bagaimana
dengan kita? Sudahkah kita mengusahakan agar setiap tahunnya bisa berkurban?
Bukan berkurban mempertaruhkan nyawa seperti yang diujikan kepada Nabi Ibrahim
dan Ismail, kita cukup berkurban Sapi, Unta atau Kambing. Namun untuk melakukan
itu saja terasa amat berat bagi kita. Tak ada uang, banyak kebutuhan lain, dan
berbagai alasan yang kita kemukakan. Coba sama-sama kita renungi, akankah kita
benar-benar tak bisa? Apakah kita sudah benar-benar mengusahakannya? Bila
belum, yuk tahun depan kita benar-benar mengusahakannya. Mari menabung setiap
hari agar tahun depan bisa berkurban secara mandiri. Bukan kurban perasaan
terus ya.
Bila kita sudah mengusahakannya tapi ternyata benar-benar
tidak bisa atau uangnya masih kurang, kita bisa berkurban secara patungan. Itu
menunjukkan kalau kita benar-benar ingin berkurban dan semoga Allah mampukan
kita kedepannya. Aamiin
Hari Raya Iduladha mengajak kita untuk senantiasa berbagi
dengan sesama, bukan dengan pakaian mewah, rumah penuh kue dan aneka makanan
dan buah-buahan terhidang tapi tetangga kita justru sebaliknya. Iduladha ingin
mangajak bagi yang mampu untuk berbagi dengan berkurban, sehingga daging kurban
bisa dibagikan kepada semua orang yang membutuhkan. Agar semua orang, setidaknya
bisa merasakan makan danging satu kali dalam satu tahun, ini mungkin terdengar
hiperbola tapi masih ada orang yang demikian tanpa kita ketahui karena mereka
pandai menyimpan duka. Bahkan Allah lebih menyukai hambanya yang memberikan
hartanya kepada orang miskin daripada naik haji berkali-kali sementara
disekitarnya masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangannya. Untuk itu
marilah kita maknai Iduladha ini dengan berbagi antarsesama dan mengusahakan
diri agar mampu menjadi orang yang berkurban. Kita bisa, kalau kita berusaha
karena Allah bersama kita, yakinlah.
Semangat berkurban,
semangat berbagi kebaikan.
Salam literasi
Dari insan yang sedang
berusaha untuk bisa berkurban
#WAGFLPSumselMenulis
#FLPSUMSEL
#Lampauibatasmu
#FLPSumselMenulis
