Selasa, 10 November 2020

PENGALAMAN MASA KECIL YANG PALING BERKESAN

 Arisalyati dalam Bingkai Agra

            


            Masa yang paling membahagiakan adalah masa kecil. Bagiku yang terlahir di sebuah desa terpencil. Masa kecil merupakan masa yang paling berkesan. Dibesarkan di keluarga yang sederhana di sebuah desa yang masih asri serta kekeluargaan yang masih sangat kental. Membuat masa kecilku menjadi lebih istimewah. Bila ditanya, kenangan yang paling berkesan di masa itu, maka aku akan bingung mengungkapkannya. Bukan karena tak ada yang berkesan namun sebaliknya, semua berkesan dan tak terlupakan. Masa kecilku penuh diisi dengan bermain. Mulai dengan bermain kelereng, karet, cam-cam buku, kiuk-kiukan, berenang, main baju-bajuan, nangguk (salah satu cara menangkap ikan), rumah-rumahan dan masih banyak lagi.

            Bila harus dipilih hal yang paling berkesan, maka yang sangat mengharukan adalah perlakuan Bak dan Umak kepadaku. Kala itu, aku masih SD. Di saat pulang sekolah hujan turun dengan lebatnya. Teman-temanku sudah mulai berjalan di tengah hujan, aku masih meragu, sebab besoknya bukanlah hari libur, kalau kehujanan otomatis baju akan basah kuyup. Di tengah keraguan, Bapakku datang dengan payung besar. Teman-temanku bilang kalau Bapakku sudah datang menjemput sementara teman-temanku yang lain tidak ada djemput. Memang sebenarnya kami biasa pulang sendiri, tapi karena hujan Bapakku datang. Ah, aku terharu dan merasa spesial. Akhirnya kami pulang bersama dengan payung lebar di bawah rintik hujan. Setelah sampai di rumah, aroma masakan Umak menggoda selera. Semua sudah terhidang di atas tikar di Buri rumah kami. Bagiku itu adalah hal yang paling mengharukan dan tak terlupa hingga kini. Mungkin bagi kebanyakkan orang ini hal yang biasa, tapi bagiku itu istimewah. Karena sejak SMP aku sudah mulai merantau ke kota demi melanjutkan pendidikan. Kala itu, di desaku, sekolah yang ada baru jenjang Sekolah Dasar. Kenangan kebersamaan seperti itu amatlah kurindu. Hal itu tak mungkin lagi terulang sebab matahariku, sudah kembali ke sisiNya. Semoga kelak kami bisa berkumpul di surgaNya. Aamiin.

            Hal lain yang paling berkesan adalah ketika aku berhasil menangkap ikan di “Kambang” yang berada fi kebuh Guhung. Waktu itu, aku, Lisni, dan Don ikut Bak dan Umak “Kume” di Guhung. Di sana, ada aliran sungai yang berada di tengah Ume, Di antara padi yang mulai meninggi. Setelah sampai, Aku, Lis, dan Don langsung menuju ke aliran sungai. Airnya jernih sehingga ikan-ikan kecil itu terlihat. Aku  yang memang suka air langsung nyebur ke kambang yang berada di tengah aliran air. Niat hati hanya mau main air, entah mengapa menjadi kegiatan menangkap ikan. Bermodalkan ember kecil yang dimasukkan ke dalam kambar, aku berhasil menangkap ikan-ikan besar, seperti behingit (anak baung), sepat, dan huwan (ikan gabus). Hari itu adalah hari yang sangat menyenangkan. Sebenarnya masih banyak lagi kegiatan masa kecil yang menyenangkan pun mengesankan. Lain kali kita sambung lagi dengan kisah yang tak kalah menyenangkan.

 

Sampai jumpa di cerita masa kecil selanjutnya.

#WAGFLPSUMSEL

#FLPSUMSELMENULIS

#LAMPAUIBATASMU