Rabu, 23 Desember 2020

Ibu; Pelita Hidupku

Oleh: Arisalyati



Berbicara mengenai ibu, selalu saja membuatku tak mampu. Terlalu banyak hal yang membuatku mengharu biru, mungkin karena aku belum mampu sepenuhnya melepaskan rindu yang selalu menggebu setiap waktu. Ibu adalah sosok terhebat bagiku, mungkin bukan hanya aku, tapi bagisemua anak yang ada di dunia ini. Walau tanpa kata ataupun ucapan cinta.

            Bila membahas mengenai ibu, terbayang senyumnya yang selalu memberikan semangat dalam setiap langkahku. Ibu adalah orang yang rela mengorbankan nyawanya demi melahirkanku. Kendatipun ia tau, nyawanya menjadi taruhan bila tetap mempertahankanku, tapi ia tetap lakukan itu. Penyakit jantung yang sedari lahir ia miliki, obat-obatan yang menjadi santapannya setiap hari, tak membuatnya menyerah. Ialah wanita super itu.

            Ibu, sosok yang selalu penuh semangat, gigih, dan ingin serba cepat. Ia memiliki perencanaan yang akurat, hingga mampu mengelola keuangan dengan tepat. Berkat ibu dan bapak,  aku bisa menempuh pendidikan hingga strata-2. Tak terbayang apa jadinya aku, bila bukan terlahir darinya, mungkin aku tak akan merasakan itu. Sedari kecil, aku didik untuk mandiri, mengaji, dan membantu orang tuaku berdagang. Ibu menyiapkan aku, agar aku bisa mandiri ketika mulai merantau, karena ia sudah merencanakan aku untuk bersekolah di Palembang. Ah, ibu betapa luar biasanya dirimu. Engkau ajarkan aku memasak sedari SD, seingatku saat itu aku barulah kelas 4. Engkau ajarkan aku semua yang sangat aku perlukan di tanah rantau dan jauh darimu.

            Mengingat ibu, selalu mengingatkanku akan perjuangan, keceriaan, nasihat, pelukkan, dan banyak hal lainnya yang mengenang hingga kini. Terima kasih Bu, walau sudah tujuh tahun engkau meninggalkan kami karena kenangan indahmu, kami bisa hidup dengan baik. Semua hal yang ibu persiapkan untuk kami, membuat hidup kami lebih baik. Maafkan aku yang tak mempercayai kata-katamu saat engkau bilang “Waktumu takkan lama lagi”. Andai saja waktu bisa diulang, aku ingin mempercayainya walau saat itu aku belum siap, sehingga aku takkan akan meninggalkanmu meski ada pekerjaan yang mendesak.

Bu, engkau pelita itu yang selalu membuat rumah menjadi tempat ternyaman, membuat diri ini selalu ingin pulang padahal libur sekolahnya cuma beberapa hari. Ah, ibu, engkau bahkan telah memberitahuku apa yang akan terjadi setelah kepergianmu. Kini semua menjadi nyata. Berkat kata-katamu waktu itu, aku siap menghadapi semuanya. Terima kasih Bu, atas semua cinta, nasihat, dan perjuangamu. Semoga kelak, aku bisa sepertimu. Love you

Maafkan, bila tulisan ini terkesan seperti curhatan, sungguh tak bermaksud. Saat ini pun aku menulisnya dengan berurai air mata. Selamat hari ibu, untuk semua ibu yang luar biasa.

 

Palembang, 23 Desember 2020

#WAGFLPSUMSELMENULIS

#Lampauibatasmu #FLP #FLPSumsel

#HariIbu

 

Selasa, 10 November 2020

PENGALAMAN MASA KECIL YANG PALING BERKESAN

 Arisalyati dalam Bingkai Agra

            


            Masa yang paling membahagiakan adalah masa kecil. Bagiku yang terlahir di sebuah desa terpencil. Masa kecil merupakan masa yang paling berkesan. Dibesarkan di keluarga yang sederhana di sebuah desa yang masih asri serta kekeluargaan yang masih sangat kental. Membuat masa kecilku menjadi lebih istimewah. Bila ditanya, kenangan yang paling berkesan di masa itu, maka aku akan bingung mengungkapkannya. Bukan karena tak ada yang berkesan namun sebaliknya, semua berkesan dan tak terlupakan. Masa kecilku penuh diisi dengan bermain. Mulai dengan bermain kelereng, karet, cam-cam buku, kiuk-kiukan, berenang, main baju-bajuan, nangguk (salah satu cara menangkap ikan), rumah-rumahan dan masih banyak lagi.

            Bila harus dipilih hal yang paling berkesan, maka yang sangat mengharukan adalah perlakuan Bak dan Umak kepadaku. Kala itu, aku masih SD. Di saat pulang sekolah hujan turun dengan lebatnya. Teman-temanku sudah mulai berjalan di tengah hujan, aku masih meragu, sebab besoknya bukanlah hari libur, kalau kehujanan otomatis baju akan basah kuyup. Di tengah keraguan, Bapakku datang dengan payung besar. Teman-temanku bilang kalau Bapakku sudah datang menjemput sementara teman-temanku yang lain tidak ada djemput. Memang sebenarnya kami biasa pulang sendiri, tapi karena hujan Bapakku datang. Ah, aku terharu dan merasa spesial. Akhirnya kami pulang bersama dengan payung lebar di bawah rintik hujan. Setelah sampai di rumah, aroma masakan Umak menggoda selera. Semua sudah terhidang di atas tikar di Buri rumah kami. Bagiku itu adalah hal yang paling mengharukan dan tak terlupa hingga kini. Mungkin bagi kebanyakkan orang ini hal yang biasa, tapi bagiku itu istimewah. Karena sejak SMP aku sudah mulai merantau ke kota demi melanjutkan pendidikan. Kala itu, di desaku, sekolah yang ada baru jenjang Sekolah Dasar. Kenangan kebersamaan seperti itu amatlah kurindu. Hal itu tak mungkin lagi terulang sebab matahariku, sudah kembali ke sisiNya. Semoga kelak kami bisa berkumpul di surgaNya. Aamiin.

            Hal lain yang paling berkesan adalah ketika aku berhasil menangkap ikan di “Kambang” yang berada fi kebuh Guhung. Waktu itu, aku, Lisni, dan Don ikut Bak dan Umak “Kume” di Guhung. Di sana, ada aliran sungai yang berada di tengah Ume, Di antara padi yang mulai meninggi. Setelah sampai, Aku, Lis, dan Don langsung menuju ke aliran sungai. Airnya jernih sehingga ikan-ikan kecil itu terlihat. Aku  yang memang suka air langsung nyebur ke kambang yang berada di tengah aliran air. Niat hati hanya mau main air, entah mengapa menjadi kegiatan menangkap ikan. Bermodalkan ember kecil yang dimasukkan ke dalam kambar, aku berhasil menangkap ikan-ikan besar, seperti behingit (anak baung), sepat, dan huwan (ikan gabus). Hari itu adalah hari yang sangat menyenangkan. Sebenarnya masih banyak lagi kegiatan masa kecil yang menyenangkan pun mengesankan. Lain kali kita sambung lagi dengan kisah yang tak kalah menyenangkan.

 

Sampai jumpa di cerita masa kecil selanjutnya.

#WAGFLPSUMSEL

#FLPSUMSELMENULIS

#LAMPAUIBATASMU

 

 

Sabtu, 10 Oktober 2020

KUPEROLEH ENGKAU LEWAT PUISI

Oleh: Arisalyati

                 Pernahkah kalian mendapatkan sebuah buku yang telah lama kalian inginkan, tapi karena ada keperluan yang lebih penting akhirnya tidak jadi membelinya? kalau pernah berarti kita sama.

Dulu di awal tahun 2014, ada sebuah buku yang ingin aku beli, namun buku itu terbilang mahal untuk kantong mahasiswi yang lebihlah pasak dari pada tiang. Akhirnya buku itu tak jadi dibeli. Bertahun-tahun berlalu, buku tersebut terlupakan meskipun isi bukunya sering terbaca di media sosial. Hingga di peringatan hari puisi, tepatnya pada tanggal 28 April 2020 aku mengikuti lomba puisi yang diadakan Poetryprairie, tiga puisi terpilih akan mendapatka sebuah buku puisi. Salah satu buku yang akan menjadi hadiahnya ialah buku yang selama ini aku inginkan. Buku tersebut berjudul “Hujan Bulan Juni” karya Sapardii Djoko Damono.

Awal ikut lomba tersebut, sama sekali tidak berharap terpilih karena sadar akan kemampuan diri yang masih sangatlah rendah dalam bidang tulis menulis, termasuk puisi. Namun rupanya Allah mengizinkan puisiku menjadi puisi yang terpilih. Tadinya aku tak menyangka akan mendapatkan buku “Hujan Bulan Juni” sebab namaku berada pada urutan ketiga. Sepertinya aku memang sedang beruntung karena di saat membuka paket kiriman, buku yang selama ini aku inginkan akhirnya berlabuh di tangan. Alhamdulillah, rasanya senang sekali, sesuatu yang selama ini dinginkan dapat terwujud.

Membaca buku kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono dengan judul “Hujan Bulan Juni” memanglah sangat mengasyikkan. Bahasa yang digunakan sangat sederhana namun penuh makna, kesahajaan sosok pengarang tertuang dalam bait-bait puisinya. Ada 102 sepilihan sajak yang tertuang di dalam buku itu. Beberapa di antaranya diberi judul dengan satu kata, seperti kata suara, lanskap, ziarah, jarak, akuarium, batu, maut, dan masih banyak lagi yang lainnya. Bahasa yang digunakan juga tidak membuat kepala kita menjadi pusing karena memikirkan arti katanya, semua kesederhanaan kata-kata yang terkandung membuat kita larut dalam cerita yang ada di setiap puisi Eyang Sapardi.


        Membaca buku ini menyadarkan aku untuk menuliskan peristiwa atau kejadian yang sederhana ke dalam bentuk puisi yang penuh makna. Tentu hal itu tidaklah mudah, butuh proses panjang agar bisa menyatukannya.  Buku ini akan menjadi panduan caraku dalam berproses membuat sebuah puisi. Semoga kelak bisa mengikuti jejak Eyang Sapardi malalui puisinya. Bagi kalian yang ingin belajar menulis puisi aku sarankan untuk membeli buku “Hujan Bulan Juni Sepilihan Sajak”.  

 

Palembang, 10 Oktober 2020


#bukupalingberkesan

#WAGFLPSumselMenulis

#Lampauibatasmu

 



 


 

 

 

Rabu, 29 Juli 2020

Memaknai Hari Raya Iduladha

Memaknai Hari Raya Iduladha
Arisalyati

        Tak terasa dua hari lagi kita akan merayakan hari raya Iduladha. Perayaan hari besar bagi umat Islam. Iduladha merupakan hari raya kurban. Sejatinya Iduladha mengajarkan ini untuk bisa mengorbankan hal yang kita sayang seperti halnya yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan putranya Ismail. Keduanya telah lulus ujian ketaqwaan kepada Allah SWT. Kalaulah dulu Nabi Ibrahim diuji oleh Allah untuk menyembelih putra tersayangnya dan keduanya lulus karena ketaqwaan kepada Allah di atas segala-galanya. Lalu bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mengusahakan agar setiap tahunnya bisa berkurban? Bukan berkurban mempertaruhkan nyawa seperti yang diujikan kepada Nabi Ibrahim dan Ismail, kita cukup berkurban Sapi, Unta atau Kambing. Namun untuk melakukan itu saja terasa amat berat bagi kita. Tak ada uang, banyak kebutuhan lain, dan berbagai alasan yang kita kemukakan. Coba sama-sama kita renungi, akankah kita benar-benar tak bisa? Apakah kita sudah benar-benar mengusahakannya? Bila belum, yuk tahun depan kita benar-benar mengusahakannya. Mari menabung setiap hari agar tahun depan bisa berkurban secara mandiri. Bukan kurban perasaan terus ya.
          Bila kita sudah mengusahakannya tapi ternyata benar-benar tidak bisa atau uangnya masih kurang, kita bisa berkurban secara patungan. Itu menunjukkan kalau kita benar-benar ingin berkurban dan semoga Allah mampukan kita kedepannya. Aamiin
          Hari Raya Iduladha mengajak kita untuk senantiasa berbagi dengan sesama, bukan dengan pakaian mewah, rumah penuh kue dan aneka makanan dan buah-buahan terhidang tapi tetangga kita justru sebaliknya. Iduladha ingin mangajak bagi yang mampu untuk berbagi dengan berkurban, sehingga daging kurban bisa dibagikan kepada semua orang yang membutuhkan. Agar semua orang, setidaknya bisa merasakan makan danging satu kali dalam satu tahun, ini mungkin terdengar hiperbola tapi masih ada orang yang demikian tanpa kita ketahui karena mereka pandai menyimpan duka. Bahkan Allah lebih menyukai hambanya yang memberikan hartanya kepada orang miskin daripada naik haji berkali-kali sementara disekitarnya masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangannya. Untuk itu marilah kita maknai Iduladha ini dengan berbagi antarsesama dan mengusahakan diri agar mampu menjadi orang yang berkurban. Kita bisa, kalau kita berusaha karena Allah bersama kita, yakinlah.
Semangat berkurban, semangat berbagi kebaikan.

Salam literasi
Dari insan yang sedang berusaha untuk bisa berkurban

#WAGFLPSumselMenulis
#FLPSUMSEL
#Lampauibatasmu
#FLPSumselMenulis










Sabtu, 18 Juli 2020

Menangkap Imajnasi Di Tengah Laut


Menangkap Imajnasi Di Tengah Laut
Oleh: Arisalyati
             

        Mendengar kata laut, sering kali yang terbayang adalah rasa asin airnya.  Menurut  National Geographic dan Karleskint dalam Wikipedia (2020:1) laut adalah sebuah perairan asin besar yang dikelilingi secara menyeluruh atau sebagian oleh daratan. Dalam arti yang lebih luas, "laut" adalah sistem perairan samudra berair asin yang saling terhubung di Bumi yang dianggap sebagai satu samudra global atau sebagai beberapa samudra utama. Laut mempengaruhi iklim Bumi dan memiliki peran penting dalam siklus airsiklus karbon, dan siklus nitrogen. Jadi tidaklah salah kalau mendengar kata laut yang terbayang adalah rasa asin airnya.
          Bagi sebagian orang, termasuk saya, laut merupakan tempat menangkap imajinasi menjadi sebuah karya tulis yang sangat indah. Berada di tengah laut mampu menghilangkan rasa lelah, bosan, jenuh, dan semua kepenatan yang ada. Ketika berada di tengah laut menyadarkan diri bahwa kita hanyalah salah satu makhluk kecil yang diciptakan oleh Allah Swt yang setiap waktu bisa saja tenggelam di lautan bila Ia menghendakinya. Maka tak ada yang perlu disombongkan karena sejatinya diri kita pun bukan milik kita.



          Berada di laut selalu menggetarkan jiwa, dengan indahnya pemandangan yang menyejukkan mata. Anginnya mendamaikan gejolak jiwa. Ombaknya mengantarkan kita pada tujuan yang dituju seirama dengan kehidupan yang penuh dengan gelombang ujian. Bila di pagi hari, pemandangan terbitnya matahari yang sangat memesona dan bila senja tiba Anda akan melihat proses tenggelamnya matahari  dengan semua estetika yang luar biasa. Semua itu berjalan atas kehendakNya.

          Berikut ini merupakan racikan kata yang hadir ketika saya berada di tengah laut.

Pernahkah kau berbisik pada angin di laut lepas
hingga sesak perlahan bebas
menyusup kesejukkan tanpa batas

Ataukah kau membagi resah pada riak ombak yang bergelombang
sampai hadirnya membawa engkau pulang
Tanpa ucapan terima kasih atau selamat tinggal

Kelak bila rindu menerpa cobalah ujarkan pada awan yang membawa hujan
membasmi debu yang berhamburan .

Deburan Ombak di Teluk Kiluan

           Bagi saya rangkaian kata di atas merupakan hasil imajinasi yang indah.  Ini menjadi suatu solusi bagiku dan bisa juga bagi Anda yang sedang tidak punya ide untuk membuat tulisan untuk pergi ke laut, bila tak ada laut bisa juga ke pinggir sungai atau ke danau. Tangkap imajinasi yang tersaji di sana.

#ForumLingkarPena
#FLPSumsel
#LampauiBatasmu

Jumat, 12 Juni 2020

Bolu Lapis Nanas





Resep Bolu Lapis Nanas

Hai semuanya, kali ini saya akan membagi cara membuat Bolu Lapis Nanas. Bolu ini selalu ada bila ada acara-acara besar, seperti hari raya, acara keluarga,  dan hari-hari besar lainnya. Berikut bahan dan cara membuatnya.

Bahan Selai Nanas:
3 buah nanas 

1/2 gelas gula pasir

1/4 mentega

Bahan Bolu Nanas:
8 buah telur
2 gelas blimbing gula pasir
2 gelas tepung terigu

Cara Membuatnya
Langkah pertama membuat selai nanas terlebih dahulu. Caranya kupas nanas hingga bersih lalu potong kecil-kecil kemudian blender sampai halus. Setelah semuanya halus masak nanas di kuali dengan ditambahkan gula pasir. Aduk-aduk hingga mengental lalu dinginkan. Setelah dingin tambahkan mentega, aduk hingga rata.

Langkah Kedua
Hidupkan open dan siapkan cetakan segi empat ukuran 20x20 lapisi kertas kue dan olesi mentega.

Langkah Ketiga 
Kocok telur dengan gula pasir sampai halus dan mengembang setelah itu masukkan tepung secara perlahan, aduk hingga tercampur rata. Setelah itu masukkan adonan ke dalam cetakan sebanyak 1 gelas atau satu centong lalu  masukkan ke dalam open hingga matang. Selanjutnya olesi dengan selai nanas lalu panaskan lagi dalam open hingga matang. Lakukan terus hingga adonan habis. Bolu Lapis Nanas siap untuk disantap.

Selamat Mencoba ☺️

#Wagflpsumsel
#FLPSumselMenulis
#Resepbolulapisnanas



Minggu, 17 Mei 2020

Tips dan Trik Tingkatkan Ibadah Di Bulan Ramadan

Tips dan Trik Tingkatkan Ibadah Di Bulan Ramadan
Oleh Arisalyati

Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan. Di bulan Ramadan kita bisa meningkatkan ibadah-ibadah sunnah setelah ibadah wajib terlaksana, dengan kata lain bila kita memanfaat bulan Ramadan maka kita bisa memanen banyak pahala. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Dalam bulan biasa, pahala setiap kebajikan dilipatgandakan 10 kali lipat, namun dalam bulan Ramadhan pahala amalan wajib dilipatgandakan 70 kali lipat dan amalan yang sunah disamakan dengan pahala amalan wajib di luar Ramadhan." (HR Muslim)

Berikut ini tips dan trik yang bisa dilakukan agar ibadah terlaksana.
1. Buat agenda khusus
       Langkah pertama adalah dengan membuat agenda ibadah yang akan dilakukan setiap hari. Agenda tersebut ditempelkan di tempat yang biasa Anda lihat. Di dalam agenda tersebut tentukan waktunya dan hal yang ingin dicapai. Misalnya Anda ingin melaksanakan salat tahajud setiap hari maka Anda harus menentukan pukul berapa Anda mau salat sehingga Anda bisa bangun tidur tepat waktu dan waktu sahur Anda tidak terganggu.

2. Patuhi Agenda
        Segala sesuatu tidak akan berjalan bila hanya sebatas tulisan. Oleh sebab itu Anda harus mematuhi jadwal agenda yang sudah Anda buat. Bisa juga Anda membuat hukuman untuk diri Anda sendiri apabila melanggar atau tidak melaksanakannya sesuai dengan agenda.

3. Jangan Menunda
       Kebiasaan yang sering membuat kita lalai adalah suka menunda. Tahap ketiga agar semua ibadah bisa terlaksana adalah tidak menunda-nunda dalam mengerjakan ibadah. Salatlah di awal waktu sehingga Anda punya banyak waktu untuk tilawah dan mengerjakan ibadah yang lainnya. Misalnya murojaah hafalan dll.

4. Nikmati
       Nikmati apa yang Anda lakukan, jangan jadikan itu sebagai beban. Bila Anda menikmati setiap ibadah yang Anda lakukan maka Anda tak merasa terbebani akan hal tersebut.

5. Ajak Teman
    Supaya lebih semangat dalam beribadah ajak teman, saudara atau siapapun yang bisa membuat ibadah Anda lebih terasa nikmat. Dengan demikian Anda punya teman untuk saling memotivasi serta berlomba-lomba dalam kebaikan.

6. Lakukan Karena Cinta
      Tips terakhir lakukan semua ibadah karena rasa cinta kepada Allah SWT dan bulan Ramadan adalah ajang untuk lebih mencintai dan dicintaiNya.

Itulah  tips dan trik agar ibadah di bulan puasa lebih meningkat. Ayo kita berlomba-lomba dalam kebaikan untuk menggapai ridhoNya.

Kuang Dalam, 17 Mei 2020
#Wagflpsumsel
#lampauibatasmu
#flpsumselmenulis
#literasiberkeadaban


Rabu, 15 April 2020

DAMPAK POSITIF ADANYA VIRUS COORONA

Posted by Arisalyati

            Adanya Virus Corona atau Covid-19 membuat gempar hampir seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Sejak awal bulan Maret lalu virus Corona masuk ke Indonesia. Bermula dari adanya dua orang yang terkena virus hingga pada 15 April 2020 tercatat adanya 5.136 kasus positif Corona. Hal ini memberikan dampak bagi seluruh warga Indonesia. Tak hanya dampak negatif, adanya virus Corona juga memberikan dampak positif. Apa sajakah dampak positif dengan adanya virus Corona? Berikut paparannya.
Berdasarkan pengamatan secara langsung maupun melalui sosial media, ada 5 dampak positif virus Corona.
1.    Menjaga Kebersihan
Adanya Virus Corona membuat orang jadi lebih menjaga kebersihan. Dimulai dari kebersihan diri sendiri, lingkungan dan orang-orang sekitar. Orang yang tadinya malas mandi dan cuci tangan, sekarang mau malakukan apa pun harus cuci tangan. Bila biasanya sepulang dari kerja kita akan langsung duduk dan bercengkrama dengan keluarga kini dengan adanya virus corona sebelu memasuki rumah kita akan mencuci tangan, melepas pakaian dan langsung diletakkan di tempat mencuci pakaian, kemudian mandi atau berganti pakaian. Barulah setelah itu kita bisa bercengkrama dengan keluarga. Hal ini membuat hidup kita lebih bersih.

2.    Memperkuat Keimanan
Virus Corona menyadarkan kita arti kuat yang sebenarnya. Membuat kita menyadari bahwa tak ada kekutan apa pun yang dimiliki bila Tuhan sudah mengirimkan salah satu makhluk kecilnya untuk mengingatkan manusia. Hal ini membuat orang-orang bertambah keimanannya kepada Allah SWT. Salah satu contohnya adalah teman saja, kalau di hari biasanya ia serng lalai sholat sekarang ia selalu sholat di awal waktu. Hal ini merupakan dampak yang positif bagi dirinya dan semoga saja itu juga brlaku untuk kita. Membuat kita semakin yakin dan cinta pada Allah, sang pemilik segalanya.

3.    Menjaga Jarak
Di dalam islam, menjaga jarak dengan yang bukan mahram merupakan suatu kewajiban tetapi selama ini banyak yang abai dengan hal tersebut. Bahkan semakin maraknya LGBT yang sangat bertentangan dengan ajaran agama. Adanya virus corona, membuat semuanya menjaga jarak. Tidak lagi bersentuhan ataupun berpegangan tangan, semuanya menjaga jarak. Bahkan ditempat-tempat umum dibuat tanda-tanda yang boleh dipijak ataupun ditempati. Virus corona seakan memaksa kita untuk menjalankan perintah Allah yang sudah ada di dalam ajaran agama islam.

4.    Mempererat hubungan keluarga
Hal positif adanya virus corona ialah mempererat hubungan keluarga. Di dalam sebuah rumah yang biasanya sibuk dengan urusan masing-masing dan jarang sekali ada waktu untuk bercengkrama. Adanya virus ini membuat anggota keluarga memiliki banyak waktu bersama. Hal ini disebabkan adanya peraturan Work From Home (WFH) dan belajar di rumah atau belajar daring serta adanya anjuran untuk #dirumahaja bagi setiap orang yang tidak memiliki keperluan yang mendesak untuk keluar rumah.

5.    Mengeksplorasi kreativitas
Efek dari #dirumahaja membuat diri kita harus mengeksplorasi kreativitas agar tak bosan di rumah saja. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya resep masakan tercipta yang tersebar di sosial media. Salah satu yang paling viral adalah dalgona coffee. Minuman yang hanya terdiri dari 4 bahan yaitu kopi, gula, air dan susu ini bertebaran di sosial media dengan #dalgonacoffee serasa minum di kafe. Tak hanya tentang masakan, berbagai kreativitas lain pun bermunculan. Mulai dari kelas daring dengan menggunakan berbagai aplikasi seperti edmodo, google class room, zoom, dan aplikasi kahoot. Berkemah di dalam rumah, membaca buku bersama, bermain ala keluarga, membuat video youtube, menulis bersama, menggalang dana dan masih banyak lagi kreativitas yang lainnya.
            Lima hal positif di atas merupakan sebagian kecil hal positif yang penulis simpulkan berdasarkan pengamatan secara langsung maupun tidak langsung yang tersebar di sosial media. Semoga kita tetap bisa berkreativitas dari rumah dan membantu sesama. Ambillah peranmu dengan posisi yang kamu bisa. Bila #dirumahaja bisa membantu penyebaran virus maka lakukanlah. Bagi yang berada di garda terdepan tetap semangat, jasamu tak ternilai bagi bangsa dan agama.

Palembang, 15 April 2020
#WAGFLPSumselMenulis
#flpsumsel
#Covid-19