Senin, 31 Mei 2021

Menulis Cara Terbaik Mengenang dan Melupakan

 

Oleh: Arisalyati




                Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk mengekspresikan diri. Adakalanya kita butuh ruang untuk mengungkapkan isi hati yang terpendam agar terluapkan dan tak menjadi beban. Beberapa ada yang mengungkapkannya secara gamblang melalui postingan di sosial media masing-masing. Ada yang mengungkapkan secara tersirat bak hanya dirinya dan Tuhan yang mengerti isyarat.

                Bagiku, menulis adalah cara terbaik untuk mengenang seseorang pun melupakan. Dua hal yang tentunya bertentangan namun bisa menyatu dalam tuisan. Bila aku ingin mengenang seseorang aku akan menuangkan kisahnya dalam bentuk tulisan, mengabadikan kisahnya sedemikian rupa agar kelak bisa dibaca dan tak terlupakan. Anehnya, bila aku tak bisa melupakan seseorang aku pun menuangkannya dalam tulisan hingga aku perlahan melupakan seusai tulisan itu tertuang. Rasanya lega, bila semuanya sudah tertuangkan dalam tulisan dan beban di dalam diri pun berkurang. Hal ini mungkin karena aku bukanlah tipe orang yang suka menceritakan permasalahanku kepada orang lain. Sehingga apa-apa mesti dituliskan.

                Dulu, sejak SMP aku suka sekali menuliskan kisahku dalam buku diary, mulai kisahku sedari kecil sampai dengan saat itu. Rasanya begitu menyenangkan bila sudah menuliskannya. Namun kini menulis tak segampang dulu, harus ada tujuan dan manfaat akan apa yang dituliskan sebab apa-apa yang dituliskan akan diminta pertanggungjawabannya di yaumil akhir nanti. Bila kita ingin dikenang dengan baik, maka tulisan kita haruslah memberikan manfaat dan mencerahkan. Jangan sampai nanti, tulisan kita justru menjadi tumpukan dosa bukan tumpukan pahala. Rasanya sangatlah rugi bila kita susah-susah menulis tetapi justru menjadi pemberat amalan keburukkan. Bukannya menambah pahala malah sebaliknya, untuk itulah aku bergabung dengan  FLP (Forum Lingkar Pena) yang slogannya itu “Menulis untuk Mencerahkan” sehingga aku bisa belajar cara menuis yang baik dan mencerahkan. Dalam WAG FLP Sumsel Menulis, para pembina selalu mengingatkan kami untuk menulis hal-hal yang bermanfaat bukan tulisan curhat apalagi vulgar yang saat ini sedang marak-maraknya terjadi. Aku yakin bila tulisan kita baik maka kita akan dikenang dengan kebaikkan dan sebaiknya. Sekarang semua ada di dalam diri kita, ingin dikenang dengan cara yang bagaimana.

 

Selamat menulis dariku yang masih belajar menulis

Palembang, 31 Mei 2021

#WAGFLPSumselMenulis

#lampauibatasmu

#menulisuntukmencerahkan