Arisalyati dalam Bingkai Agra
Masa yang paling membahagiakan
adalah masa kecil. Bagiku yang terlahir di sebuah desa terpencil. Masa kecil
merupakan masa yang paling berkesan. Dibesarkan di keluarga yang sederhana di sebuah
desa yang masih asri serta kekeluargaan yang masih sangat kental. Membuat masa
kecilku menjadi lebih istimewah. Bila ditanya, kenangan yang paling berkesan di
masa itu, maka aku akan bingung mengungkapkannya. Bukan karena tak ada yang
berkesan namun sebaliknya, semua berkesan dan tak terlupakan. Masa kecilku
penuh diisi dengan bermain. Mulai dengan bermain kelereng, karet, cam-cam buku, kiuk-kiukan, berenang, main baju-bajuan, nangguk (salah satu cara
menangkap ikan), rumah-rumahan dan masih banyak lagi.
Bila harus dipilih hal yang paling
berkesan, maka yang sangat mengharukan adalah perlakuan Bak dan Umak kepadaku.
Kala itu, aku masih SD. Di saat pulang sekolah hujan turun dengan lebatnya.
Teman-temanku sudah mulai berjalan di tengah hujan, aku masih meragu, sebab
besoknya bukanlah hari libur, kalau kehujanan otomatis baju akan basah kuyup.
Di tengah keraguan, Bapakku datang dengan payung besar. Teman-temanku bilang
kalau Bapakku sudah datang menjemput sementara teman-temanku yang lain tidak
ada djemput. Memang sebenarnya kami biasa pulang sendiri, tapi karena hujan Bapakku
datang. Ah, aku terharu dan merasa spesial. Akhirnya kami pulang bersama dengan
payung lebar di bawah rintik hujan. Setelah sampai di rumah, aroma masakan Umak
menggoda selera. Semua sudah terhidang di atas tikar di Buri rumah kami. Bagiku
itu adalah hal yang paling mengharukan dan tak terlupa hingga kini. Mungkin
bagi kebanyakkan orang ini hal yang biasa, tapi bagiku itu istimewah. Karena
sejak SMP aku sudah mulai merantau ke kota demi melanjutkan pendidikan. Kala
itu, di desaku, sekolah yang ada baru jenjang Sekolah Dasar. Kenangan
kebersamaan seperti itu amatlah kurindu. Hal itu tak mungkin lagi terulang
sebab matahariku, sudah kembali ke sisiNya. Semoga kelak kami bisa berkumpul di
surgaNya. Aamiin.
Hal lain yang paling berkesan adalah
ketika aku berhasil menangkap ikan di “Kambang” yang berada fi kebuh Guhung. Waktu
itu, aku, Lisni, dan Don ikut Bak dan Umak “Kume” di Guhung. Di sana, ada aliran
sungai yang berada di tengah Ume, Di antara padi yang mulai meninggi. Setelah
sampai, Aku, Lis, dan Don langsung menuju ke aliran sungai. Airnya jernih
sehingga ikan-ikan kecil itu terlihat. Aku
yang memang suka air langsung nyebur ke kambang yang berada di tengah
aliran air. Niat hati hanya mau main air, entah mengapa menjadi kegiatan
menangkap ikan. Bermodalkan ember kecil yang dimasukkan ke dalam kambar, aku
berhasil menangkap ikan-ikan besar, seperti behingit (anak baung), sepat, dan huwan
(ikan gabus). Hari itu adalah hari yang sangat menyenangkan. Sebenarnya masih
banyak lagi kegiatan masa kecil yang menyenangkan pun mengesankan. Lain kali
kita sambung lagi dengan kisah yang tak kalah menyenangkan.
Sampai
jumpa di cerita masa kecil selanjutnya.
#WAGFLPSUMSEL
#FLPSUMSELMENULIS
#LAMPAUIBATASMU

Tidak ada komentar:
Posting Komentar