Sabtu, 10 Oktober 2020

KUPEROLEH ENGKAU LEWAT PUISI

Oleh: Arisalyati

                 Pernahkah kalian mendapatkan sebuah buku yang telah lama kalian inginkan, tapi karena ada keperluan yang lebih penting akhirnya tidak jadi membelinya? kalau pernah berarti kita sama.

Dulu di awal tahun 2014, ada sebuah buku yang ingin aku beli, namun buku itu terbilang mahal untuk kantong mahasiswi yang lebihlah pasak dari pada tiang. Akhirnya buku itu tak jadi dibeli. Bertahun-tahun berlalu, buku tersebut terlupakan meskipun isi bukunya sering terbaca di media sosial. Hingga di peringatan hari puisi, tepatnya pada tanggal 28 April 2020 aku mengikuti lomba puisi yang diadakan Poetryprairie, tiga puisi terpilih akan mendapatka sebuah buku puisi. Salah satu buku yang akan menjadi hadiahnya ialah buku yang selama ini aku inginkan. Buku tersebut berjudul “Hujan Bulan Juni” karya Sapardii Djoko Damono.

Awal ikut lomba tersebut, sama sekali tidak berharap terpilih karena sadar akan kemampuan diri yang masih sangatlah rendah dalam bidang tulis menulis, termasuk puisi. Namun rupanya Allah mengizinkan puisiku menjadi puisi yang terpilih. Tadinya aku tak menyangka akan mendapatkan buku “Hujan Bulan Juni” sebab namaku berada pada urutan ketiga. Sepertinya aku memang sedang beruntung karena di saat membuka paket kiriman, buku yang selama ini aku inginkan akhirnya berlabuh di tangan. Alhamdulillah, rasanya senang sekali, sesuatu yang selama ini dinginkan dapat terwujud.

Membaca buku kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono dengan judul “Hujan Bulan Juni” memanglah sangat mengasyikkan. Bahasa yang digunakan sangat sederhana namun penuh makna, kesahajaan sosok pengarang tertuang dalam bait-bait puisinya. Ada 102 sepilihan sajak yang tertuang di dalam buku itu. Beberapa di antaranya diberi judul dengan satu kata, seperti kata suara, lanskap, ziarah, jarak, akuarium, batu, maut, dan masih banyak lagi yang lainnya. Bahasa yang digunakan juga tidak membuat kepala kita menjadi pusing karena memikirkan arti katanya, semua kesederhanaan kata-kata yang terkandung membuat kita larut dalam cerita yang ada di setiap puisi Eyang Sapardi.


        Membaca buku ini menyadarkan aku untuk menuliskan peristiwa atau kejadian yang sederhana ke dalam bentuk puisi yang penuh makna. Tentu hal itu tidaklah mudah, butuh proses panjang agar bisa menyatukannya.  Buku ini akan menjadi panduan caraku dalam berproses membuat sebuah puisi. Semoga kelak bisa mengikuti jejak Eyang Sapardi malalui puisinya. Bagi kalian yang ingin belajar menulis puisi aku sarankan untuk membeli buku “Hujan Bulan Juni Sepilihan Sajak”.  

 

Palembang, 10 Oktober 2020


#bukupalingberkesan

#WAGFLPSumselMenulis

#Lampauibatasmu

 



 


 

 

 

1 komentar:

  1. Wahh keren, Mba...
    Mau beli buku ini tapi belom kesampaian 😄


    Semangat berkarya, Mba

    BalasHapus