Rabu, 18 Agustus 2021

Keluarga: Mengerti Tanpa Bicara, Memberi Tanpa Diminta

 

Oleh: Arisalyati



                 Berbicara mengenai keluarga, selalu membuatku kehabisan kata untuk mengungkapkannya. Mungkin tak hanya aku, tapi juga kamu. Keluarga adalah orang yang paling tahu tentang kita, bahkan melebihi diri kita sendiri. Merekalah orang-orang yang akan selalu ada bersama kita dalam situasi dan kondisi seburuk apa pun itu. Meskipun akan selalu ada perdebatan, marah-marahan, saling diam, atau sampai adu kekuatan, tetap saja keluarga tempat berpulang ternyaman.

                Bila membahas mengenai keluarga, kebanyakan terbayang akan sosok wanita yang penuh kelembutan. Sosok yang menyayangi tanpa pamrih, menerima tanpa tapi, memberi tanpa diminta, motivator paling canggih dan pondasi utama keluarga. Bila tiada, rumah terasa hampa bak raga kehilangan jiwanya. Walau kerap kali hadirnya ia membuat semua siaga, siap sedia mengerjakan apa yang diminta. Ya ialah ibu, muara terciptanya rumahku surgaku. Dibalik kelembutannya, ada ketegasan atas apa-apa yang boleh dan tak boleh dilakukan. Dibalik senyuman ada doa-doa lirih yang selalu dipanjatkan yang menjadi sebab tergapainya impian. Dibalik tangisan ada kekuatan yang mampu mengorbankan semuanya demi keluarga. Maka sangat wajarlah bila surga ada ditelapak kakinya.

                Sosok yang tak kalah penting dari ibu adalah Bapak, seseorang yang kerap kali berada dibalik layar. Menanyakan keadaan anak-anaknya pada istri tercinta. Mengawasi dalam diam, menjaga dari jauh, pejuang paling tangguh, dan tak pernah mengeluh. Kerap kali ia mengerti akan keinginan buah hati walau tanpa cakap sebab ialah pengamat paing cermat. Meskipun tak semua orang tua seperti itu, tapi itulah yang aku rasakan untuk kedua orang terpenting dalam hidupku. Ya, aku sangat bersyukur karena Allah takdirnya menjadi bagian dari keluarga ini. Keluarga yang tak romantis namun peduli abis.

                Teruntuk kamu yang ditakdirkan dalam keluarga yang tak harmonis, kuharap nanti engkau akan menjadi pondasi terciptanya keluarga-keluarga yang kokoh dalam ikatan yang suci. Tanpa membawa dendam masa lalu. Yakinlah, setiap orang tua pasti menyayangi anak-anaknya meski dengan cara yang berbeda. Kadang kala ada suatu kodisi yang tak bisa dimengerti oleh akal namun bisa dirasa oleh hati. Jadi, seperti apa pun kita bertumbuh semoga kelak kita bisa mencipta keluarga yang utuh. Menjadi sosok yang mengerti tanpa bicara dan memberi tanpa diminta. Hingga akan selalu ada surga dalam setiap rumah.

 

Palembang, 18 Agustus 2021

               

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar